Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Personel Polda Aceh Bripka R Diamankan Usai Insiden Tembak di Bireuen, Anggota TNI Pratu Galuh Meninggal Dunia

Selasa, 28 Juli 2026 | Juli 28, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-07-28T07:43:03Z


GARANG NEWS | BIREUEN — Polda Aceh mengamankan personelnya berinisial Bripka R terkait insiden penggunaan senjata api saat penangkapan terduga pelaku narkotika di Jalan Juli–Takengon, tepatnya depan SPBU Juli, Gampong Cot Meurak, Kabupaten Bireuen, Sabtu, 25 Juli 2026 sore.

Dalam peristiwa itu, satu anggota TNI, Pratu Galuh Nugraha dari Subdenpom IM/1-1 Bireuen, meninggal dunia akibat luka tembak.

Kronologi Penangkapan
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Aceh, Kombes Pol. Joko Krisdiyanto, S.I.K., menyampaikan kronologi dalam konferensi pers di Mapolres Bireuen, Minggu, 26 Juli 2026.

Menurut Joko, personel Direktorat Reserse Narkoba Polda Aceh tengah melakukan penindakan terhadap terduga pelaku kepemilikan narkotika Golongan II jenis Etomide. Saat hendak dihentikan, kendaraan pelaku tetap melaju dan berusaha melarikan diri.

"Dalam situasi yang berlangsung sangat cepat tersebut, personel kemudian melepaskan tembakan sebagai bagian dari upaya menghentikan kendaraan," kata Joko.

Bersamaan dengan itu, Pratu Galuh Nugraha yang berada di lokasi turut membantu petugas dengan memindahkan palang besi untuk menghalangi laju kendaraan.

Korban Diduga Tertembak Rikoset
Berdasarkan keterangan awal, Pratu Galuh mengalami luka tembak yang diduga berasal dari peluru rikoset atau pantulan peluru. 

Korban sempat mendapat pertolongan pertama dan dibawa ke RS BMC Bireuen, lalu dirujuk ke RSUD dr. Fauziah Bireuen. Namun nyawanya tidak tertolong.

Dalam operasi tersebut, polisi mengamankan satu terduga pelaku yang merupakan oknum anggota Brimob. Sementara tiga orang lain yang berada di dalam mobil berhasil melarikan diri dan masih dalam pengejaran.

Bripka R Diperiksa Propam
Joko mengatakan Bripka R saat ini telah diamankan penyidik bersama Bidang Profesi dan Pengamanan Propam Polda Aceh untuk menjalani pemeriksaan. 

Penyidik juga mengamankan senjata api, amunisi, dan barang bukti lainnya.

"Kami melakukan penyelidikan menyeluruh, meliputi jumlah tembakan, jenis senjata dan amunisi, posisi personel, arah dan sasaran tembakan, hasil uji balistik, kesesuaian tindakan dengan prosedur penggunaan kekuatan kepolisian," ujar Joko.

Koordinasi TNI-Polri dan Belasungkawa
Polda Aceh telah berkoordinasi intensif dengan Pangdam Iskandar Muda, Puspomad, Pomdam Iskandar Muda, serta unsur pimpinan TNI dan Polri lainnya untuk menangani korban, mendukung penyelidikan, dan menjaga soliditas kedua institusi.

"Kami menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada keluarga almarhum Pratu Galuh Nugraha dan seluruh jajaran TNI," kata Joko.

Hingga kini, proses penyelidikan masih berlangsung untuk memastikan rangkaian peristiwa dan tanggung jawab hukum dari seluruh pihak yang terlibat.(Ayahdidien SCK)
×
Berita Terbaru Update